Uncategorized

Yamaha ‘Lose Power’


Tim Yamaha MotoGP tampil impresif pada seri perdana MotoGP 2010 akhir pekan lalu. Dalam pertarungan di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (11/4/10) malam atau Senin (12/4/10) dini hari WIB, tim asal Jepang itu finis 1-2 dengan Valentino Rossi sebagai jawara, disusul rekan setimnya Jorge Lorenzo.

Meskipun demikian, Yamaha tampaknya khawatir dengan performa salah satu rivalnya, tim Repsol Honda. Tenaga motor Andrea Dovizioso dan Dani Pedrosa, yang sangat tangguh di trek lurus, menjadi perhatian Yamaha.

Karena itu, bos tim Yamaha Davide Brivio, mengatakan bahwa mereka akan berusaha memperbaiki kinerja mesin M1, yang akan kehilangan tenaga jika konsumsi bahan bakarnya tinggi. Hanya saja, aturan pembatasan mesin menjadi kendala lain yang harus diperhitungkan.

“Kami kesulitan saat lurus,” ungkap Brivio kepada Gazzetta dello Sport. “Semoga kami bisa dengan cepat menemukan beberapa solusi kecil untuk mengatasi situasi ini.

“Tetapi karena aturan baru di mana tidak boleh menggunakan lebih dari enam mesin sepanjang musim, membuat harapan kami untuk segera menemukan solusi, akan sedikit menghadapi kendala. Kami harus mempertimbangkannya.”
Usai melewati garis finis pada balapan malam hari di Qatar itu, motornya Rossi langsung berhenti karena kehabisan bahan bakar. Brivio mengonfirmasi, menurut Rossi hal itu terjadi karena ekses dari perputaran roda sepanjang balapan, di mana menghabiskan banyak bahan bakar. Tetapi kondisi itu belum “memaksa” Yamaha untuk membuat sistem manajemen bahan bakar otomatis.

“Jika motor bergeser saat menikung, kamu kehilangan grip dan motor mengonsumsi banyak bahan bakar,” ungkapnya.

“Kami memiliki sebuah sistem yang mengalkulasi konsumsi bahan bakar selama balapan, sehingga pebalap bisa tampil sampai akhir balapan. Jika hasil kalkulasinya menunjukkan bahwa terlalu banyak bahan bakar yang dipakai, maka dengan sendirinya tenaga akan berkurang.

“Banyak trek problematik, dan itu terjadi pada waktu lampau di mana kami finis tepat saat bahan bakarnya mencapai limit. Itu juga tergantung kepada kombinasi antara trek dan temperatur: ketika dingin maka konsumsinya lebih banyak, dan jika panas maka berkurang.

“Selama pertemuan pascabalapan, kami telah membuktikan bahwa sistem tidak masuk. Bahan bakar cukup, dan fakta Valentino melewati garis finis dengan tanpa masalah. Sistem tidak mengurangi tenaga motor.”

Valentino Rossi, ketika finis pertama di QP Qatar, Minggu (11/4/10).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s