Travel & Photography

7 Tips Asyik Backpackeran ke Jogja


Backpacker salah satu aktifitas liburan yang layak anda coba jika anda ingin merasakan liburan bersensasi lain. Pilihan tempat wisata paling pas bagi para backpacker pemula untuk memulai petualangannya di daerah Jawa adalah ke Jogjakarta. Mengapa? Selain karena keanekaragaman kultur dan budayanya yang sangat kuat hingga pemandangan alam yang begitu mumpuni, biaya hidup di kota Gudeg ini juga sangat bersahabat dengan kantong para backpacker. Hanya di kota inilah kita bisa makan kenyang hanya dengan mengeluarkan uang Rp 5.000,-. Meski berwisata di daerah Jogja terbilang sangat murah dan sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata para backpacker, namun ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan ketika berlibur di kota ini.

1.    Cari tahu patokan arah mata angin di Jogja

Inilah yang membedakan kota-kota lain dengan kota Jogjakarta. Di kota ini, penduduknya lebih senang memberikan arah jalan sesuai dengan arah mata angin. Jika Anda bertanya dengan penduduk setempat saat kehilangan arah, biasanya akan diberikan arahan, “Langsung aja menuju arah selatan,”. Loh? Dimana yaa selatan itu. Anda pun bertanya lagi kepada orang lainnya. “Oh ini coba ke arah utara lagi,”. Nah loo..Bingung kan kita jadinya dimana itu utara, selatan, barat, dan timur. Supaya tidak bingung, Anda wajib tahu patokan arah mata angin di Jogja. Penduduk Jogja biasa memakai patokan Parangtirits dan Gunung Merapi untuk menyebut Utara dan Selatan. Sementara batas timur dan barat adalah  Solo serta Godean dan Purworejo.

Supaya lebih aman, ada baiknya Anda mempersiapkan diri dengan peta. Hanya dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp 10.000,- yang biasa dijajakan di pinggir-pinggir jalan ini, Anda akan sangat terbantu dalam mengarungi kota Jogja.

2.    Sosrowijayan, surganya para backpacker

Sosrowijayan merupakan sebuah jalan yang berada di jalan kecil di daerah Malioboro atau sekitar 200 meter dari Stasiun Tugu. Daerah ini terkenal sebagai kampung turis karena banyak tersedia berbagai hostel dengan tarif yang sangat terjangkau. Untuk turis pribumi, harga yang dipatok untuk per orang per malamnya adalah Rp 20.000,-. Penginapan di daerah ini selalu menjadi favorit para turis karena harganya yang murah dan wilayahnya yang sangat strategis.

3.    Belanja di malioboro pakai bahasa Jawa

Jika Anda termasuk salah satu penggila belanja, tentu Anda tidak akan melewatkan agenda untuk berbelanja di jalan Malioboro, salah satu pusat kerajinan Jawa di Jogja. Sepanjang jalan ini hingga mendekati Benteng Vrederburg, lalu lintas padat mulai dari para kusir dengan delmannya, penarik becak, hingga para pedagang cindera mata khas Jogja. Harga yang ditawarkan pun terbilang cukup murah. Namun, namanya belanja tentu harus menggunakan seni.

Seni dalam berbelanja yang paling menyenangkan tentunya seni tawar menawar. Untuk mendapatkan harga yang Anda inginkan, cobalah rayu sang pedagang dengan menggunakan bahasa Jawa saat menanyakan harga suatu barang seperti, “Niki pinten Bu, Pak?” Nah, dengan menggunakan bahasa lokal ini, interaksi dengan pedagang pun akan lebih enak karena ia merasa Anda juga penduduk lokal atau paling tidak pendatang yang menghargai penduduk lokal.

Faktor pendekatan kultural ini cukup ampuh dalam kegiatan tawar menawar, apalagi kalau Anda ditemani dengan penduduk asli Jogja. Kalau sudah begitu, maka serahkanlah pada sang pribumi langsung karena penduduk pribumi tentu tahu harga standar yang ada di Jogja.

4.    Tawar 1/3 harga

Masih terkait dengan tawar menawar, cobalah menarwar 1/3 harga asli. Ini merupakan tawaran standar yang biasa dilakukan para pembeli di Malioboro. Pada dasarnya sebagian besar pedagang di sana menaikkan harga barang-barangnya hingga tiga kali lipat. Oleh karena itu, menawarlah dengan cerdik.

5.    Temukan surga tas cantik di lantai paling atas Pasar Bringharjo

Salah satu tempat tersembunyi namun sayang buat Anda lewatkan jika berbelanja di Pasar tertua di Jogja, Bringharjo. Mungkin karena saking padatnya pedagang yang memenuhi pasar yang terletak di ujung Malioboro ini, justru membuat Anda terlalu fokus berbelanja di lantai-lantai bawah yang penuh dengan pedagang batik serta aksesoris dan tas dengan harga yang cukup mahal. Nah, sebenarnya ada satu tempat lagi yang jarang sekali terjamah para wisatawan manakala berkunjung ke pasar ini. Ya, tepatnya di lantai paling atas Pasar Bringharjo terdapat surga tas cantik dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan di jalanan Malioboro serta lantai 1 Pasar Bringharjo.

Di lantai paling atas ini memang dikhususkan untuk menjual berbagai macam kerajinan tangan yang unik-unik mulai dari tas-tas cantik, sandal, hingga sarung bantal, dan lain-lain.  Harganya pun jauh lebih murah. Selain harga yang murah, kamu juga bisa berbelanja dengan santai karena tidak perlu berdesakan seperti di Malioboro atau di lantai satu Pasar bringharjo. Karena lokasinya cukup terpencil dan berada di lantai paling atas, pusat kerajinan ini memang masih dibilang ‘perawan’ dari serbuan para wisatawan. Oleh karena itu, jika berpergian ke Jogja jangan lupa untuk mampir ke sana.

6.    Hati-hati naik becak di Malioboro

Transportasi becak biasanya menjadi andalan para wisatawan dalam menyusuri jalanan di sekitar Malioboro. Namun, berhati-hatilah dalam menggunakan transportasi satu ini. Banyak penarik becak yang sekaligus menjadi agen dari toko-toko jajanan khas Jogja yang ada di sana. Mereka akan mendapatkan komisi jika penumpangnya berbelanja di sana. Bukannya diantar langsung sampai tujuan, Anda justru dipaksa mampir di toko-toko tersebut dan mau tidak mau Anda pun akan membeli toko jajanan tersebut. Oleh karena itu, perjelaslah tujuan Anda kepada sang penarik becak.

Namun, jika memang Anda berniat untuk membeli oleh-oleh jajanan khas Jogja, maka becak merupakan pilihan yang pas. Hanya dengan merogoh kocek Rp 3.000- Rp 5.000,- Anda bisa berputar hingga ke Keraton sekaligus mendapatkan jajanan khas Jogja. Murah meriah bukan?

7.    Makanan murah meriah cuma ada di angkringan

Biaya makanan di Jogja amat sangat terjangkau. Makanan untuk para backpacker yang ingin berhemat namun tetap mengenyangkan cuma ada di angkringan. Angkringan merupakan tempat makan yang berada di pinggiran jalan kota Jogja dengan tenda dan tikar yang digelar untuk pengunjung dapat menikmati makanan sembari berlesehan. Menu yang biasa ada di angkringan ini biasanya nasi ikan, nasi tempe, sate telur puyuh, sate usus, serta gorengan. Makan kenyang cukup mengeluarkan Rp 4.000- Rp 6.000,- dengan menu nasi tempe, sate telur, dan minum. Hmm.. cukup ampuh untuk mengganjal perut.

Jika Anda salah satu penjajal wisata kuliner, maka jangan lupa untuk menikmati kelezatan Oseng-oseng Mercon seharga Rp 9.000,-. Ini merupakan salah satu masakan Jogja yang  tidak manis, sebagaimana umumnya. Rasa pedas merupakan ciri khas  dari menu ini. Tempat yang paling terkenal akan Oseng-oseng Merconnya ini terletak di sekitar jalan Malioboro. Patut dicoba!

Semoga beberapa tips ini mampu membuat perjalanan Anda semakin menyenangkan dan selamat ber-backpacking.(Mbe)

2 thoughts on “7 Tips Asyik Backpackeran ke Jogja

  1. Hallo mas bro🙂

    saya mau donk info tour ke jogja ala backpacker
    rencananya akhir bulan ini mau pergi..
    tapi saya dan temen satu orang saja..

    kita siih udah sewa penginapan di dekat malioboro
    rute yang mau kami kunjungi candi borobudur, candi prambanan, pantai parangpritis atau apa namanya lupa..

    kira2 dari candi prambanan ke pantai itu.. menghabiskan waktu berapa lama ya?? dan dapat dijangkau naik apa saja???

    tks infonya ya mas bro😀
    salam para backpacker

    Suka

  2. hallo kawan, gw mau tanya penginapan murah yang deket dgn stasiun tugu/malioboro apa namanya yang murah, layak, dan yang penting bisa buat tidur, dan buat charger Hp yang sekitar Rp50-Rp80rb per malamnya, dan pastinya yg dket dgn stasiun tugu biar gag buang ongkos ke stasiun tugu pas pulang ke sby,

    dan jika mau ke candi prambanan/borobudur yang lebih simple naik bus trans yogya kah? yang gag oper2.

    maklum gw backpacker awam, jadi mau minta pengalamannya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s