Photography Tips

Nikon D90 My Second Camera


Memorizing Again, kata pertama terucap ketika membeli kamera ini, setelah nyaris 2 tahun menggunakan Nikon D3000. Secara tampilan body yang cukup gemuk sama persis dengan kamera manual pertama saya Nikon F80.  Berikut saya berikan sedikit ulasan mengenai kamera ini.

Kualitas

Nikon D90 disebut-sebut sebagai kamera terbaik Nikon saat ini. Saya sangat setuju. Lensa kit 18-105 mm VR-nya tajam. Sesuai ekspektasi. Rentang focal length 18-105 mm benar-benar seperti gabungan dua lensa awal saya 18-55 mm dan 55-200 mm dengan sedikit kehilangan jarak di zoom terjauhnya, tetapi dengan keuntungan tidak perlu gonta-ganti lensa. Ini menghilangkan efek distorsi dan softness karena konstruksi focal length terlalu panjang, seperti yang sering saya temukan di konstruksi lensa sapu jagat 18-200 mm (bahkan lensa Nikon 18-200 mm yang mahal itu).

Dibandingkan dengan lensa 18-135 mm, lensa kit D90 jauh lebih baik karena sudah dilengkapi teknologi VR (Vibration Reduction). Ini sangat berguna untuk saya yang malas menghunus tripod dari sarungnya. Saya cukup heran bahwa di D90 yang lebih berat bisa pegang dengan stabil sampai 1/2.5 detik. Padahal di D40 maksimal di 1/8 detik.

Tentang noise, D90 satu stop lebih baik ketimbang D40. Batas toleransi saya di D40 adalah di ISO 800, tetapi dengan D90, saya masih cukup oke dengan menaikkan ISO di 1000 hingga 1250.

Fitur dan Handling

Fitur yang paling mengesankan adalah LCD-nya yang besar dan tajam. Ini membuat memotret menjadi sangat menyenangkan. Rasanya hasil foto menjadi lebih bagus. Nikon D40 adalah DSLR pertama yang ber-LCD besar, dan itu sudah sangat menyenangkan. Bandingkan dengan kakak tertua D90, Nikon D70, yang ber-LCD kecil. Harus memicingkan mata dulu kalau mau melihat. Di sini, setiap detail, warna, dan depth of field bisa langsung dinikmati dan segera diperbaiki dengan jepretan berikutnya kalau ada yang kurang pas.

Ada banyak tombol dan kombinasi tombol untuk mengatur setting. Menu yang tersedia tiga kali lipat lebih banyak ketimbang Nikon D40. Ada banyak fitur baru yang belum saya kenal. LCD kecil di sebelah kanan menunjukkan informasi lengkap tentang setting yang digunakan. LCD ini saya juluki sebagai: pembeda kamera Nikon seri pro dan seri pemula😉.

Movie dan Live View

Saya tidak akan menggunakan fitur movie meskipun kualitasnya bagus. Aneh rasanya merekam video dengan alat yang konstruksinya dirancang untuk memotret. Saya akan lebih sering merekam video dengan Ixus kecil saya yang sudah cukup memenuhi kebutuhan.

Saya juga akan jarang memakai mode live view. Salah satu kenikmatan memotret dengan DSLR adalah mengintip melalui viewfinder. Fitur ini baru berguna untuk memotret di sudut-sudut sulit yang tidak mungkin untuk mengintip melalui viewfinder.

Kesimpulan

Ken Rockwell bilang, if price does matter, grab D5000 instead. Tetapi memotret di D90 merupakan pengalaman baru yang mengasyikkan. Nikon D90 tidak hanya sekadar D5000 dengan tambahan tombol. Ada banyak hal yang D90 jauh lebih baik dan worth it dengan perbedaan harganya.

Jika Anda adalah fotografer pemula yang akan memilih kamera pertama, mungkin D90 bukan kamera yang terlalu tepat. Akan ada terlalu banyak fitur yang tidak terpakai. Nikon D3000 atau D5000 lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan bereksplorasi dengan komposisi dan beberapa keterbatasan yang membuat kita jadi lebih kreatif lagi.(@rimba_rusli)

2 thoughts on “Nikon D90 My Second Camera

  1. gan saya ada kesalahan gan mungkin salalh mencet di menu ,, layar setelah saya foto cahaya terlalu terang dia seperti kedip, dan bacaanya higtlight NIKON D90

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s