Photography Tips

Tips Menghasilkan Foto Siluet


Pagi Mas Bro, pernahkan lihat gambar yang objek utamanya gelap dan justru background-nya yang terang. Sebagian orang mungkin lihat gambar tersebut aneh, namun dalam dunia fotografi, gambar itu merupakan salah satu seni fotografi yang disebut dengan foto Siluet. Kita memang tidak akan menangkap ekspresi objek karena gelap, namun bentuk atau pose yang unik dari sebuah objek siluet.

Saya punya contoh foto siluet yang pernah saya buat. Mohon dikomentari yaa or mention me @rimba_rusli

20156_1276665768641_2737321_n

Gambar diatas saya ambil di lokasi daerah Cidahu Cimahi , Bandung waktu sunset sekitar jam 5 sore. Matahari pas berada di belakang objek gambar “Sang Fotografer”. Warna jingga yang sangat dominan menarik hati saya untuk mendominansi frame foto, gaya teman saya hanyalah saya buat sebagai daya tarik, posenya cukup unik. Namun kelemahan foto ini adalah porsi objek terlalu besar, sehingga warna latar belakang yang ingin saya tampilkan hanya mendapatkan sedikit porsi.Foto siluet saya yang lain..

472813105_4e34682fe5_o

Menurut saya komposisinya sudah pas, karena seluruh frame sudah didominasi oleh latar belakang yang terang. Gimana menurut bro2 semua? apa kira-kira masih ada kelemahannya? mention Me @rimba_rusli

Yuk serius dikit …. untuk menghasilkan foto siluet sebetulnya gampang-gampang susah, hanya saja kita tetap harus memperhatikan objek siluet yang ingin kita buat, meskipun akan kita hitamkan. Pose yang unik dari objek sebetulnya menjadi daya tarik, jadi tidak bisa diabaikan. Nah bro, saya akan sharing cara mendapatkan foto siluet yang baik. Semoga aja dapat bahan diskusi kita selanjutnya …eng..ing..eng nih trik-trik singkatnya;

1. Matikan Flash

Ini hal yang paling utama. Biarkan objek kekurangan cahaya, dan kamera harus terkondisikan pada setting  cahaya yang cukup di latarbelakangnya (Setting pengaturan ISO kamera). Bila flash dihidupkan, maka akan mendapatkan foto biasa (karena obyek utama-nya tidak jadi gelap) yach kaya moto objek biasa.

2. Perhatikan kondisi pencahayaan latar yang tepat (backlight)
Perhatikan !!! Background harus lebih terang dibandingkan dengan obyek yang akan difoto. Manfaatkan sumber cahaya matahari yang sudah condong seperti saat sunset atau sunrise. Tapi jangan juga terlalu dibatasi, foto siluet bisa dihasilkan kapan saja, bahkan dengan pencahayaan bantuan yang diletakkan di belakang objek, intinya hanya harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama yang akan difoto.

3. Perhatikan obyek dan buatlah ini menjadi menarik,
Walaupun objek utama dihitamkan, namun Foto siluet tetap menonjolkan bentuk/pose obyek utama. Oleh karena itu obyek dengan bentuk yang menarik dan pastinya harus memiliki karakter yang kuat, inilah yang menjadikan foto tsb menarik

4. Perhatikan background yang tepat
Selain harus menemukan background yang lebih terang, Anda juga harus mengusahakan untuk mendapatkan background yang menarik. Karena pada foto siluet, backround selalu ditampilkan secara jelas, tentunya sangat berarti bagi foto Anda. Kebanyakan fotografer menjadikan Langit dan pantai sebagai background favorit.

5. Setting eksposure dengan tepat
Untuk foto siluet saya lebih sering memakai mode manual eskposure. Set metering di spot metering. Coba lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speed dan perhatikan metering Anda, boleh ditambahkan atau dikurangi sedikit sesuai dengan berapa terang background yang ingin dihasilkan. Untuk ukuran aperture besar Anda set bila ingin background yang agak kabur, sebaliknya aperture kecil untuk background yang tajam. Setelah menentukan aperture dan shutter speed, Anda tetap harus mengarahkan fokus ke obyek utama. Namun jika Anda tidak biasa menggunakan mode manual, Anda boleh menggunakan mode auto. Arahkan kamera ke area paling terang, lalu pencetlah setengah shutter (jangan pencet penuh) dan tahan shutter jangan dilepas, kemudian arahkan kamera ke obyek utama anda baru klik.

Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, tentunya perlu latihan terus menerus. Janganlah takut untuk bereksperimen. Lakukan setting kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda, bila perlu lakukan pencatatan setting di setiap hasil foto. Lakukan pula bereksperimen dengan obyek yang berbeda pada kondisi yang berbeda.

Thank’s for read my article my friend. So let’s capture the moment, be creative and believe…… (@Rimba_rusli)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s