Travel & Photography

MALAYSIA – SINGAPORE – INDONESIA – AWESOME JOURNEY PART 2


Hari Ke-2 ( Minggu, 11.11.2012 )

Pagi itu pukul 04.00 kedua gadget saya berdering keras secara bertautan , bangun dan membangunkan dian. Alhamdulillah sholat shubuh pertama di Bumi Malaysia. Pagi ini saya bergegas mandi membersihkan badan , membereskan semua pakaian , persiapan packing, sarapan pagi di hotel , mengganjal perut dengan roti , susu ultra coklat & pop mie (makanan Indonesia) …… we already to chase this day
pic_008
Masih di Kuala Lumpur, Malaysia. Keesokan harinya kami mencoba berjalan kaki menyusuri kota Kuala Lumpur dari Bukit Bintang menuju China Town di Petaling street. Dengan sesekali bertanya, kami terus menyusuri jalan-jalan di belakang gedung-gedung bertingkat. Setelah menyusuri jalan cukup lama dan lumayan cape, saya pun bertanya kepada seorang wanita India yang kebetulan lewat. She’s humble person, dgn ramah ia menjelaskan arah menuju China Town. Aksen bahasa Inggrisnya yang cukup jelas sehingga saya cukup mengerti. Ia mencoba memberi tahukan jalan pintas menuju China Town kepada kami. Namun, ternyata memang tidak mudah menemukan lokasi tersebut. Karena jalan-jalan di sini terlihat begitu asing bagi kami. Setelah sekitar 15 menit berjalan, akhirnya kami pun menemukan kawasan tersebut. Ya, sebuah gapura besar bertuliskan Petaling Street dan lampion-lampion yang menghiasi kawasan ini memang menjadi ciri khas China Town. Namun,sepertinya kami datang terlalu pagi sehingga banyak toko yang masih tutup. Selang beberapa menit berkeliling, akhirnya kami menemukan toko souvenir yang kami cari. Disini pun kami sarapan lagi lalu melanjutkan membeli beberapa souvenir, kami pun melanjutkan perjalanan dengan bus hop on hop off menuju KL Central. Dari sini, kami berencana melanjutkan perjalanan ke Batu Caves, sebuah kawasan kuil Hindu yang cukup terkenal di Kuala Lumpur.

Batu Caves dan Patung Raksasa

Hari ini saatnya kami mengunjungi salah satu tempat wisata yang terkenal dengan patung dewa raksasanya. Ya, kami ke kawasan batu caves di mana setiap orang bebas masuk ke kawasan peribadatan umat Hindu ini tanpa dikenai biaya sepeser pun. Lumayan wisata gratisan hehe.. Untuk mencapai kawasan tersebut kami menggunakan commuter dari KL Central dengan biaya RM 1. Setau kami inilah cara paling efektif dan efisien untuk menuju ke sana. Kami turun di tempat pemberhentian terakhir yaitu Batu Caves. Dari stasiun tempat kami turun sudah terlihat sangat jelas, patung besar yang menghiasi kawasan tersebut. Ada 2 patung raksasa di sana. Yang pertama, patung raksasa berwarna hijau muda. Dan yang satunya patung raksasa berwarna keemasan. Tingginya sekitar 40 m. Selain itu, dipelataran luas di depan patung tersebut banyak sekali terdapat burung-burung. Disampingnya terdapat anak tangga yang jumlahnya ratusan. Tangga ini digunakan untuk mencapai goa yang ada di atas bukit. Nah, di dalam goa ini ternyata juga masih terdapat kuil bagi umat Hindu.

batu-caves-1

Menikmati Naik Cable Car di Genting Highlands

Puas menikmati Batu Caves, kami melanjutkan perjalanan ke Genting Highlands. Kawasan wisata yang berada di dataran tinggi ini sepintas memang mirip kawasan puncak, Bogor. Cuma bedanya, untuk mencapai kawasan ini setelah naik bus dari KL Central kami bisa melanjutkan perjalanan dengan cable car atau kereta gantung. Dengar-dengar sih cable car di Genting ini merupakan cable car terpanjang se-Asia.

Berhubung jadwal keberangkatan bus yang akan kami tumpangi masih sekitar satu jam lagi, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu restoran siap saji di KL Central. Kami pesan paket yang paling murah seharga RM 9,5. Harga tersebut sudah termasuk 2 potong ayam ukuran besar, kentang goreng, dan segelas minuman ringan. Walaupun masih sama-sama di negara Asia, restoran tersebut memang tidak menyediakan nasi seperti halnya di Indonesia. Baru melahap satu potong ayam ukuran besar, kami sudah kekenyangan. Akhirnya, sisa makanannya kami bungkus. Lumayan buat lauk nanti malam hehe..

Setelah sekitar satu jam perjalanan dengan bus, kami pun sampai di stasiun cable car. Beruntung saat itu cuaca sedang cerah, jadi kami bisa naik cable car menuju Genting. Karena kalau cuaca hujan, biasanya stasiun ini ditutup. Dan kami harus melanjutkan perjalanan dengan bus sampai di puncak.

img_20130131173631_510a492fd9f29
Pepohonan dan bukit-bukit hijau menjadi pemandangan yang kami lihat sepanjang perjalanan kami dengan cable car. Sungguh pemandangan yang amat indah. Karena cable car ini berjalan agak miring mengarah ke atas bukit jadi tidak jarang kami merasakan ngeri saat melihat pemandangan ke bawah , maklum saya phobia ketinggian. Bahkan sesekali dian memejamkan matanya karena takut.  Cable car ini pun bergetar cukup keras jika melewati tiang-tiang penyangga. Memang rasanya berbeda dengan menaiki cable car dengan posisi datar saja seperti di Indonesia.

Sampai di atas bukit, kami turun di stasiun yg lebih mirip mall. Sebelum melanjutkan perjalanan kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu di Surau kecil yang ada di dalamnya. Dari sini kami juga bisa melihat pemandangan bukit nan hijau lengkap dengan rangkaian cable car yang kami tumpangi tadi. Di Genting Highlands ini terdapat kawasan permainan mirip dengan Dufan. Tapi kami memutuskan untuk berfoto-foto sambil menikmati pemandangan saja. Udara sejuk dan pemandangan hutan nan hijau melengkapi perjalanan kami di hari itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s