Photography Tips

Memahami Konsep ISO Pada Kamera


Pengalaman menarik ketika kemarin saya bersama Anna (@nnaialevskii) teman saya , iseng “jeprat-jepret” di depan kampus UNPAD. Bukan pake kamera pro tapi cuma pake kamera Handphone Blackberry Storm 9530 , 3.2 MP. Cuaca (sekitar jam 1 siang) lumayan cerah, hasil foto langsung saya transfer ke PC & hasilnya diluar dugaan ternyata beda bgt sama yang terlihat di HP (Agak gelap). Anna nyeletuk “coba klo lo pake dslr , pasti hasilnya beda …” Owh ..benar juga , klo pake dslr bisa maen setting. Coba baca posting …………….. (klik disini) …...hal pertama biasa saya lakukan untuk penyesuaian cahaya adalah dengan mengatur ISO. Mungkin teman2 sering mendengar istilah ISO , kali ini saya akan menjelaskan pengertian ISO pada kamera secara sederhana.

IMG00262-20120421-1601

Secara pengertian ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhadap cahaya. (Info Mbah Wikipedia). Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam film), coba bayangkan mengenai sebuah pasukan bersenjata. Sebuah ISO adalah seorang prajurit. Klo kamera saya set di ISO 100, artinya saya punya 100 prajurit. Dan klo kamera saya set di ISO 200 artinya saya punya berapa prajurit ?…Yups benar,200 prajurit.

iso-001

Tugas setiap prajurit adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Misalkan kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya mengeset ISO saya di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang prajurit), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?

The-best-iso-for-my-Digital-camera

Secara garis besar, saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 ( dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av) , kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi:1/500 detik. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh , kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.

Hehehe….Bingung atau pusing…penjelasan saya yang sederhana terlalu rumit untuk dipahami. Jangan dipelajari aja tapi langsung dipraktekan , nanti juga teman2 bakaln mengerti sendiri. So let’s capture the moment, be creative and believe…… (@Rimba_rusli)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s