My Story

Multitasking Cuma Buat Komputer , Bukan Buat Manusia…..


Jemari saya kembali menari diatas tuts keyboard , tampilan multiwarna melalui layar terpampang di depan mata. Seketika jutaan sel otak saya memindahkan ruang pikirannya begitu tangan kanan saya pergi meraih mouse untuk memindahkan aplikasi. Tampilan teratur microsoft word khas penuh logika berpikir berubah menjadi tampilan penuh warna photoshop khas penuh kreativitas.

Layaknya sebuah komando sebagian dari jutaan neuron penghuni kamp perang logika berpikir otak kiri segera mengirimkan pesan ke kamp perang kreativitas otak kanan berisi jutaan pasukan neuron untuk segera bekerja membangun konsentrasi. Layaknya sebuah smartphone yang berpindah konsentrasi untuk menjalankan aplikasi diwaktu yang sama , konsentrasi & logika otak saya pun berpindah untuk memulai pekerjaan lain tetap di waktu yang sama……itu tuh Multitasking kalo anak gahol jaman sekarang nyebutinnya.

pressure

Secara pengertian multitasking bisa saya melihat dari 2 kacamata. Pertama secara kacamata komputer / gadget yaitu kemampuan mengerjakan beberapa tugas / aplikasi secara ‘ bergantian ‘. Kedua secara kacamata manusia adalah mengerjakan beberapa hal secara ‘serempak ‘atau bersamaan. Dikarenakan saya termasuk dalam spesies mamalia ras homo sapiens cicit dari pitechantropus paleojavanicus atau bsa jadi turunan Prabu Siliwangi maka saya akan membahas dari kacamata manusia.

Boleh ngaknya ngelakuin pekerjaan secara bersamaan atau Multitasking pastinya kembali kepribadi masing2. Tetapi sebaiknya dihindari …KENAPA BRO …. memang sih manusia tuh makhluk yang punya kemampuan tak hingga tapi dibatasi sama kemampuan badanya itu sendiri. Yuk ambil contoh misalkan kita bru pulang ke rumah ditambah badan lgi cape bgt tapi perut laper bgt ,apa kita langsung ke dapur ngambil makanan …. so pasti ngak kan, kita lebih milih istirahat dlu baru , badan udah enakan baru makan …. atau mungkin malah ketiduran….

“Our priorities our passions that which has first rank gives our lives purpose giving
us strength we must choose them or others will for us being the bobber on the waters or
being the waves” (Raymond A Foss)

Lebih enak tuh bikin skala diprioritas urusan yang harus dikerjain …. ah klasik bgt alesannya …. iya juga sih. Gini lho Mbakyu , mas ,akang , pakde , dengan bikin skala prioritas berarti kita lagi mengeset skala konsentrasi & logika otak kita pada suatu urusan. Konsentrasi & logika yang bersemayam di otak klo udah mulai ON , bakal nularin virus semangat ke anggota tubuh yang lain.

Perkawinan konsentrasi & semangat pastinya ngehasilin kinerja yang Joss Gandos buat nyelesain satu urusan & hasilnya pasti maksimal juga kan. Ibarat ngebangun rumah , fondasilah jadi pertama dikerjain , bayangin klo semua dikerjain bareng , fondasi , bkn tembok sampe masang genteng … tu rumah smpe lebaran king kong ngak bakal jadi. So buatlah prioritas urusan , kerjain satu persatu dengan maksimal , inget kita ini masih ras MANUSIA bukan seonggok KOMPUTER

No multitasking …. that’s only for Computer , Not for Human……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s