Rimba Photoshoot

Pembeku Sejarah Asia Afrika [] Om Paul Tedjasurja


Waktu itu pertengahan April 1955 saya mematung diantara ribuan manusia yang memadati jalanan Asia Afrika. Satu persatu pemimpin negeri Asia Afrika mulai keluar dari Hotel Homann Preanger. Tampak berbagai pemimipin negara di Asia & Afrika berjalan kaki menuju gedung merdeka tempat Konferensi Asia Afrika pertama berlangsung. Peristiwa berjalan para pemimpin negara asia afrika ini kelak dikenal sebagai “The Bandung Walks”.

images

Dan saya berdiri terkesima melihat salah satu peristiwa bersejarah negeri ini. Dengan sigap saya menjepret tiap moment bersejarah ,sesekali saya melihat layar LCD DSLR untuk mengatur setting pencahayaan. Dari kejauhan saya melihat sesosok pemuda berpakaian rapi begitu luwes menjepret dengan kamera manual dgn flash sebesar tutup panci. Tidak seperti saya yang terjebak dalam kebingungan di antara padat ribuan manusia.

Terasa risih ketika semua mata melihat kearah saya , seorang pemuda berkaos hitam celana pendek , bluetooth menempel di kuping kanan , berkupluk sambil menenteng kamera berlayar. Akhirnya tersadar sayalah pemuda kelahiran akhir 80an yang terjebak di pertengahan tahun 50an. Imajinasi liarlah yang membawa saya terbang menembus lorong waktu menuju 60 tahun silam.

Lalu siapakah pemuda yang saya liat tadi , begitu cekatan menjepret setiap moment. Berterima kasih pada mbah google membantu menemukan sosok pemuda itu ditahun 2015. Pemuda telah bermetamofosa menjadi orang tua dengan ingatan yang masih tajam & segar, tapi karyanya ditahun 1955 tetap abadi dikenang penduduk negeri ini. Paul Tedjasurja nama pemuda itu , saat 1955 dia bekerja sebagai fotografer lepas atau Freelance di berbagai media cetak.Salah satunya adalah Media Pikiran Rakyat (PR) yang kerap menggunakan jasanya.

Photo By Galih Sedayu
Photo By Galih Sedayu

Hari itu Paul muda berbaur bersama puluhan jurnalis & fotografer berusaha mencari spot terbaik untuk mengabadikan tiap moment. Sembari menenteng Kamera Leica III F seberat 1,5 kg, lampu kilat seberat 8 kg, perangkat aki untuk pencahayaan tambahan (blitz) serta sejumlah roll film hitam putih. Begitu banyak moment yang terekam dalam 300 lembaran foto perihal kegiatan KAA dari mulai suasana konperensi hingga para tokoh dunia yang hadir waktu itu.

Bangganya Paul muda waktu itu bisa begitu dekat dengan mereka semua yang berjalan kaki menuju Gedung Merdeka yang letaknya tidak terlalu jauh dari Hotel Savoy Homann. Kala itu sejumlah wajah para pemimpin dunia pun tercatat dan terekam oleh Paul muda dari mulai Jawaharlal Nehru (India), Chou En Lai (Cina), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Norodom Sihanouk (Kamboja), U Nu (Birma) dan lain sebagainya. Tak lama kemudian The Founding Father Indonesia Bung Karno & Bung Hatta tiba , sebagai tuan rumah yang akan membuka kegiatan KAA.

Kemudian paul muda itu pun mengikuti kedua tokoh tersebut hingga masuk ke dalam Gedung Merdeka yang menjadi tempat utama kegiatan KAA yang berlangsung dari tanggal 18 – 24 April 1955. Dan dari dalam gedung itulah, sejarah mencatat nama baik Bandung dan Indonesia kala itu. Rentetan kejadian dan momen yang sangat langka itu, secara apik berhasil dibekukan oleh Paul Muda yang saat itu masih bersemangat. Dimana karya foto hasil bidikan Paul muda kini telah menjadi bukti nyata keharuman dan kebesaran peristiwa KAA yang terjadi 60 tahun silam.

Photo By Galih Sedayu
Photo By Galih Sedayu

Tak cukup kata rasanya untuk mengenal sosok Paul Tedjasurja yang kini genap berusia 85 tahun. Namun berkat karyanyalah kita bisa sejenak merasakan gegap gempita KAA 60 tahun silam. Sekarang Paul Tedjasurja atau yang lebih akrab dipanggil Om Paul , tengah berbahagia , momen 60 tahun yang lalu akan diulang dalam hitungan beberapa hari lagi. Semangatnya mengabadikan KAA 1955 telah menular pada setiap fotografer di kota Bandung. Semua fotografer bersemangat untuk menjadi bagian dari saksi sejarah KAA tahun ini.

Karya besar Om Paul kini telah tersimpan rapi di salah satu sudut di museum KAA Jalan Asia Afrika. Kabar baik datang dari teman saya di Airfotonetwork kalo semua karya sudah dibukukan sebagai salah satu rangkaian acara menyambut 60 Tahun KAA di tahun ini. Pameran & bedah buku akan dilaksanakan di tanggal 20-26 April 2015 , bagi teman2 yang memiliki waktu luang atau ingin melihat karyanya dan bertemu langsung dengan Om Paul dapat datang ke PVJ di hari senin 20 April 2015.

bandung-1955-small-size (1)

Teringat ucapan kata Bung Karno JASMERAH “Jangan sekali kali melupakan sejarah” , dan sejarah KAA 1955 itu telah terangkum dalam baik lembaran foto karya sang Legendaris Paul Tedjasurja. Sehingga kita tidak akan lupa peristiwa itu ketika negeri ini begitu perkasa 60 tahun silam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s