Travel & Photography

Asian African Street Hunting : Tentang Tawa , Mimpi dan Solidaritas


Ubi rebus & Moccachino panas tersaji di meja saya , Kudapan khas pribumi dipadu minuman bernuansa Eropa, Hah kontradiktif. Mendadak segelas moccachino terasa lebih kental oleh nuansa Eropa. Nuansa Eropa itu dihembuskan dari sebuah komplek bangunan la Societeit de Concordia dari jalanan di tengah kota berjuluk Parijs van java. Tersamar sebuah larangan didepan bangunan itu

‘Verbodden voor Honden en Inlander’ (dilarang masuk bagi anjing dan pribumi).

Mungkin jika ini masih di era kolonial kami akan diusir sambil diteriaki “inlander Busuk”. Tapi pagi itu terlihat ratusan inlander berkumpul sambil berwisata didepan di gedung yang konon pada era kolonial menjadi simbol diskriminasi warga eropa & pribumi. Tapi di tahun 1955, simbol diskriminasi itu berganti wajah menjadi simbol solidaritas bangsa2 di Asia & Afrika yang digagas oleh pemimpin dari 5 negara.

Jalanan di sekitar komplek Societeit Concordia, sekarang sedang bersolek menyambutkan puluhan saudara lama dari penjuru Asia & Afrika. Seakan ingin mengulangi romansa solidaritas yang digagas 60 tahun yang lalu. Yup sebuah kegiatan bertajuk Asian African Street Hunting yang dimotori oleh Bandoeng Photostreet Shooter digelar hari Minggu 19 April 2015. Sebuah kegiatan hunting fotografi disekitar jalanan la Societeit de Concordia atau yang sekarang dikenal sebagai Jalan Asia Afrika.

Pastinya untuk menangkap moment, Kamera menjadi senjata paling kekinian yang dipakai. Hunting dibebaskan , mw potrait , urbancape atau mungkin selfie , tapi street photography mungkin jadi genre paling sesuai dipakai disetiap jepretan.

Source : Bandoeng Photostreet Shooter
Source : Bandoeng Photostreet Shooter

Perburuan foto dimulai dari meeting point di depan gedung la Societeit de Concordia / Gedung merdeka , lalu bergerak menuju 0 “Zero” kilometernya Bandung. Baru sedikit saja bergerak kami sudah disajikan momen unik, dimana kami bisa berfoto dengan berbingkai tagline Surat Kabar Pikiran rakyat.

Keindahan legendaris Hotel Savoy Homann kemudian menyapa…Ugh sedikit terabaikan karena hari mulai terik. Perjalanan dilanjutkan ke jalanan Braga, tepat didepan Bank BJB , tugu Braga yang baru langsung menyapa seakan Ngagupayan “Hayu Akang Teteh popotoan depan Aku..”. Oh sial imajinasi liar ini ibarat candu , tapi sayang untuk dilewatkan yuk pasang tripod tekan remote say cheese…….

Source : Bandoeng Photostreet Shooter
Source : Bandoeng Photostreet Shooter

Eksplorasi keindahan Parijs dilanjutkan ke sebelah gedung merdeka yang sekarang kental nuansa “Kota Tua”. Jalanan penuh aspal berganti tatanan blok batu kekar menghujam tanah. Langit biru yang indah dipadu kentalnya nuansa kota tua serasa kembali ke 100 tahun yang lalu ketika kota ini dijuluki Parijs Van Java , Dear Mayor Ridwan Kamil well done , Good Job.

Senyum lebar & tawa riang terlihat disetiap wajah para inlander hari itu menjadi pertanda indeks kebahagiaan di kota ini mulai naik…OK mayor you hit me again. Kebahagiaan itu pula kami rasakan, semua tertawa lepas tanpa beban ,menikmati suasana kota .. yah tepatnya “Bersenang-senang”. Tanpa sadar tekanan untuk menghasilkan photo yang estetik mulai saya abaikan….Come on enjoy this moment bro

“Street Photography is not only capturing the unique moment but also about having fun , contribute & talk with each other” -Jerry Aurum-

Source : Bandoeng Photostreet Shooter
Source : Bandoeng Photostreet Shooter

Huuussaaaahhh… keringat yang bercucuran inilah satu yang saya sukai setiap hunting dijalanan. Bukan di capek & letihnya tapi pada bagaimana disetiap jepretan, saya membangun persepsi lain dari naturalnya manusia berinteraksi. Interaksi itu pula yang 60 tahun lalu menjadi pelecut solidaritas bangsa-bangsa Asia Afrika dalam KAA untuk menyatukan banyak mimpi dari satu kesamaan nasib “Dijajah Bangsa Lain” .

Layaknya KAA 60 tahun yang lalu , di akhir perjalanan street hunting hari itu ,  kami menjadi sangat bersemangat menceritakan tentang mimpi2 kami. Luar Biasa dari satu hobi bernama Photography terucap banyak mimpi dan lahirnya sebuah solidaritas untuk mewujudkannya bersama-sama. Ternyata benar juga kata seorang teman dipenghujung hari itu  “Satu hoby ,sejuta mimpi dan cerita”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s