Travel & Photography

Liputan “Crowded”-nya Asian African Carnaval 2015


Perhelatan besar KAA digelar di Bandung dalam waktu seminggu. Layaknya sebuah proyek sangkuriang , dalam 60 hari Bandung dibawah komando Ridwan Kamil mulai bersolek. Wajah kota yang penuh warna berubah menjadi warna soft & pastel ala Eropa.

11159507_10205081442610755_7639554512834019332_n

Ngak perlu dibahas lagi keindahan kota ini , udah banyak media yang bicara. Hari Sabtu 25 April 2015, parade budaya digelar di Jalanan Asia Afrika. Tak mau ketinggalan moment ditambah bergejolaknya naluri tukang poto, berbekal Kartu Pass Official crew saya merangsek seselempitan lalu mematung di tengah area parade untuk membidik setiap moment. Mungkin saya nyaris tak peduli dengan sekitar , di depan mata tampak hanyalah pantulan moment via titik fokus dalam viewfinder ,layaknya sebuah fatamorgana . .

Ditengah hiruk pikuknya parade atau “crowded” kata orang Cimahi mah. Pengennya sih dapet foto colourful ala Martin Parr tapi virus gear acquasition syndrom kembali menjebak. Gear ini memang kurang bisa diandalkan atau mungkin saya yang kurang handal ah benar2 sial. Saat ego berhadapan dengan realita , cuma satu hal yang bisa dilakukan yaitu berdamai. Yah meredam ego & realita dengan berdamai melalui pendekatan urbanscape ala dokumentasi disetiap jepretan.

Source : RimbaPhotowork
Source : RimbaPhotowork

Damn This is Indonesia Bro and I’m love it….

Ketidak teraturan , kecerobohon & perilaku tidak disiplin sudah menjadi santapan kita setiap hari. Warga Bandung yang begitu antusias mulai mengabaikan aturan , awalnya para penonton diatur disisi jalan. Tiba tiba semua mulai “MELANGGAR ATURAN” berhamburan ke tengah dibius oleh Euforia kebahagiaan KAA . Layaknya sebuah buih di lautan , saya kembali tenggelam diantara para pelanggar itu.

Source : RimbaPhotowork
Source : RimbaPhotowork

Sebuah pelajaran penting dipetik hari itu bahwa keagungan nilai leluhur dalam setiap interaksi manusia yang dibumbui fanatisme kedaerahan pada akhirnya melahirkan sebuah budaya. Yup rentetan budaya agung yang tampak dalam parade itu sudah cukup memberi gambaran betapa kayanya manusia sebagai makhluk sosial.

Note Of Life….
Dikejauhan mata lensa saya menangkap 2 orang manusia dari masa lalu…Hmmm mengingatkan sebuah memori dari sebuah sekolah di jalanan Dago tapi mungkin saya bahas nanti aja…..

2 thoughts on “Liputan “Crowded”-nya Asian African Carnaval 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s