My Story

Project 1 Km


Seekor makhluk buas bernama “Eksistensi” saat ini sedang beringas berburu mangsa. Tanpa ampun dia melahap apa pun yang tampak di depan mata. Perilaku beringas yang bikin rugi, harus diredam oleh mangsa yang siap. Sebuah “Karya” akan disiapkan sebagai mangsa selanjutnya.

Karya itu diterjemahkan dalam project bernama “Lingkaran 1 Km“. Sebuah personal photographic project merekam keseharian warga masyarakat di daerah sekitar rumah dengan pendekatan sebuah genre photography. Ide kuno yang mungkin atau pastinya tidak kekinian , untuk apa bersusah payah memotret keseharian warga sekitar rumah.

Lihat segalanya lebih dekat , Dan ‘kubisa menilai lebih bijaksana
Lihat segalanya lebih dekat , Dan ‘kau akan mengerti           -Sherina-

Satu dari banyak alasan memotret keseharian warga adalah untuk mengenal lingkungan lebih dekat. Merasakan desiran emosi interaksi antar warga , mencoba menilik keunikan dari hal yang mungkin di setiap harinya dianggap biasa….Hhhmm pemandangan lumrah yang diracik cahaya demi sebuah karya. Yup sebuah karya untuk meredam buasnya makhluk bernama “Eksistensi“.

0 km

Mengapa judulnya “Lingkaran 1 km” , mengingat konsep bangun ruang geometri. Sebuah lingkaran dibentuk oleh garis lengkung tanpa sudut yang saling menyambung. Lingkaran dibentuk dari tarikan garis yang bertumpu pada titik dipusat lingkaran. Semua garis mendapat porsi yang sama tanpa ada ketidak adilan berbentuk sudut.

Sebuah semangat yang ingin dibawa saat mengambil gambar , semua diambil tanpa ada pemilahan apa pun. Lalu 1 km itu maksudnya apa ? Hhhmm ini batas area penjelajahan , ngak lucu aja kli , keasikan motret ujug ujug nyasar nyampe Bolivia.

“If you fail to plan, you are planning to fail!” –Benjamin Franklin-

Perencanaan jadi faktor penting selanjutnya yang dipersiapkan matang2. “Ieu foto teh arek dibawa kamana” Ujar Om Chris D’Light waktu Nyetreet di Braga. Arah foto harus ditentukan mau itu urbanscape , human interest atau potrait dan saya lebih memilih pendekatan street photography sebagai arah.

Ini bakal cukup ngebantu waktu proses pengambilan gambar biar ngak “apa aja boleh” dipotret kata tante jupe mah.

Perencanaan beres trus apalagi ya ? ….TIME SCHEDULE …. Waktu bro , waktu. Limit waktu harus dibuat buat jadi penyemangat , anggap aja skripsi yang harus beneran diberesin. Realistis tapi juga detail aja bikinnya ngikutin kesibukan & kegiatan yang lain , tapi jangan kelamaan juga mungkin 2-3 bulan cukup.

Perencanaan plus time schedule tinggal ditambah komitmen mau dijalanin atau tidak. Ngak cuma komitmen tapi juga dibarengi seonggok konsistenitas agar dapat terlaksana.

Semoga saja dipermudah……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s