Photography Tips

Fotografi Model : “Pemahaman Abu-abu Buat Saya….”


Beberapa teman saya ada ngerasa aneh dengan selera fotografi saya 3 tahun belakangan ini. Dulu kalo diajakin hunting motret model cewe pasti semangat , tapi klo sekarang mah “susah ngajakin lo mah”. Datang juga paling ngobrol hahahihi trus ngilang jalan2 sendiri.

Klo dipikir sebagai lelaki normal yang ganteng , pasti enak motret model cewe minimalnya cuci mata atau maksimalnya bisa berlanjut ke jalan2 bareng (baca: modus). Tapi klo dipikir sbagai lelaki yang ingin taat pada agama ,”Ngapain sih begitu , dibayar mah enggak , malah nambah dosa ngeliat yang bukan haknya”…Hah apa daya saya cuma lelaki normal ganteng ingin menjauh dosa walaupun belum sepenuhnya.

Pastinya beberapa teman2 penghobi fotografi menjadikan kegiatan memotret model menjadi agenda hunting bareng. Menurut pengetahuan saya sih, tidak ada genre fotografi ‘model’, genre yang pake talent sbgai objeknya disebut “portrait” dan nonjolin karakter seseorang, trus yang lebih kompleks ada fashion yang lebih menunjukan karakter pakaiannya, dan foto nude art yang menunjukan seni.

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Teringat tahun 2013 saya pernah ikut sesi photo talent bareng om darwis triadi. Suasana sesi mirip kaya praktikum & om darwis sebagai dosen yang ngarahin jalannya praktikum. Peserta cuma 6 orang dgn 2 talent , dibantu juga sama 1 orang tugasnya rangkap sbg lightingman & wardrobe.

Briefing diawali basic pengenalan cahaya , teknik yang pas buat dipake , sampai cara ngarahin gesture si talent buat berpose. Sesi foto dirancang mulai dari pke natural light smpe maen lighting. Selama sesi berlangsung Om Darwis ngak bosan2nya ngarahin kami , diskusi smp tanya jawab juga berlangsung. Klo kita ngak nanya , gantian Om darwis nanya sambil ngecekin hasil foto kami ….. cukup simpel tapi berat muatannya alias penuh ilmu.

Selesai sesi , hasil foto diadu trus dibedah sampe detail , jargonnya waktu “Bikinlah foto yang BAIK & BENAR bukan yang BAGUS” … yah klo foto yg bagus blm tentu baik & benar … tpi klo foto yang baik & benar pastinya bagus

Sayangnya di hunting bareng jarang bgt ditemui kaya yang saya alami bareng Om Darwis. Kebanyakan sesi photo alias hunting tuh kaya yang keroyokan atw talent diberondong sama belasan fotografer. Dapet kesempatan tinggal “culik” talentnya disuruh pose ini itu “Liat sini neng , matanya liat keatas …” dah itu jepret. klo udah dpt gambar bagus trs pergi gitu , klo blum ya terus aja smpe dapet ….

Sebenarnya bisa aja dirancang suasana hunting kaya kaya yang saya alami bareng Om Darwis. Misalnya teman kita yang udah jago jadi leadernya , trus ngarahin yang blum pada jago … Tapi yaa jarang bgt sih , yang jago sering asik sendiri tapi ngak ngarahin , yng blm jago sibuk ngekor.

Coba saja tengok beberapa grup fotografi negeri ini, lihat foto2 yang menggunakan model rata2 hasil hunting bareng yang hampir keroyokan. Dan ajaibnya foto2 yang mengumbar aurat pasti nilainya jauh lebih tinggi alias banyak yang melihat dan berkomentar.

Diatas cuma Ilustrasi aja yaa , no offense karena masih banyak hal yang masih abu – abu di pikiran saya, termasuk tentang fotografi ‘model’ ini. Jujur saja, saya masih awam sekali di dunia fotografi.

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Bukan saya ngak suka motret model tapi ada beberapa hal yang bikin saya terus berpikir & akhirnya …..

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)

Ya buat saya kamera & kemampuan memotret yang empunya kamera itu layaknya sebuah titipan dari Yang Maha Memberi. Lah wong namanya titipan , pada akhirnya harus dikembalikan dan juga dimintai pertanggung jawabannya.

Sungguh , pastinya malu banget klo pas diminta pertanggung jawaban , kamera & kemampuannya memotret cuma dipakai buat motret model cewe aja, yang kadang mengumbar aurat. Klo dalam posisi sebagai fotografer pro yang nyari makan dari motoin model sih , bisalah ngak malu2 amat , tapi klo sekedar hoby yang mengatasnamakan proses belajar …Nah loh, malu…

Padahal pada sejarahnya kamera dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia merekam setiap moment. Yup merekam moment yang bercerita dengan makna yang indah untuk dibagikan suatu saat kelak ke anak cucu…

“Fotografi akan lebih bermakna jika digunakan sebagai medium bercerita bukan sebagai pengumbar hawa” -Radityo Widiatmojo-

Lagipula saya itu kadang seneng banget motret model. Tapi modelnya sungai, gunung, orang2 di keramaian …. Kalau model cewe, jujur saya sebagai lelaki normal merasa tidak kuat iman🙂

Sorry just my humble opinion, no offense🙂

Have a nice day!

4 thoughts on “Fotografi Model : “Pemahaman Abu-abu Buat Saya….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s