Uncategorized

Tips Mengambil Rumah Dengan Skema Over Kredit


HHhmm , punya rumah sendiri siapa sih yang ngak pengen , mw yang masih single , udah nikah atau yg mau menikah pasti pengenlah punya rumah sendiri. Minimalnya ada tempat berteduh dikala gelisah gundah gulana #Halah.

Punya rumah menurut saya itu sebuah perjuangan coz pengalaman aja , hampir 20 tahun dari saya lahir keluarga saya jadi kontraktor alias berpindah2 ke berbagai rumah kontrakan , sampai akhirnya menjelang saya masuk kuliah keluarga saya bisa membangun rumah alakadarnya. Bukan rumah yang wah tapi rumah minimalis biasa diatas lahan yang cukup luas. Butuh waktu hampir 10 tahun buat ngerampungin rumah dari mulai perluasan bangunan , renovasi sampai finishing & akhirnya layak buat dihuni. Memang lama bgt kan waktunya , faktor “Dana” … hehe klasik bgt. Waktu itu (2006) keluarga saya ngandalin ngumpulin dana buat bangun rumah , yah menabung sedikit demi sedikit , klo dananya ada baru dikerjain , klo dananya abis ya berhenti dlu.

Ilustrasi : Proses Membangun Rumah

Klo jaman sekarang , mungkin saja kita dipermudah buat kepemilikan rumah bisa dgn cara ambil KPR atau Over Kredit. Apalagi ada progam dari program rumah murah dari pemerintah dengan cicilan yang terjangkau (Bagi sebagian orang). Buat temen2 yang pengen punya rumah mungkin saja program ini bisa sangat membantu. Tapi kali ini saya pengen share pengalaman & sedikit tips memiliki rumah dengan skema overkredit. Rumah yang dimaksud yang di perumahan atw sering dikenalnya KPR BTN.

Overkredit adalah skema mengalihkan kewajiban kredit dari pemilik lama ke pemilik baru dengan membayar biaya pengganti ke pemilik lama. Biaya pengganti meliputi Biaya Uang Muka KPR + Cicilin KPR selama rumah ditempati + Biaya renovasi rumah (Jika ada).

Ini contoh sederhananya yaa Pak Budi ingin mengover kredit rumah type 36 dengan luas tanah 90 m yang sudah 2 tahun ditempati dengan cicilan sebesar 1,5 juta/Bulan. Biaya DP/Uang muka saat mengambil rumah sebesar 20 juta , selama ditempati rumah sudah direnovasi dengan biaya 15 Juta. , maka didapat perhitungan

  • Uang muka KPR / DP : 20 Juta
  • Cicilan selama 2 tahun : 24 Bulan x 1,5 Juta = 36 Juta
  • Biaya Renovasi rumah : 15 Juta

Jadi selama 2 tahun menempati rumah Pak Budi sudah mengeluarkan biaya total sebesar 71 Juta. Dan Pak Budi ingin meng-over kredit rumahnya dengan biaya 80 Juta kepada pembeli baru.

Banyak alasan mengapa si pemilik lama mengover kredit rumahnya tapi kebanyakan sih alasan pindah , baik itu pindah tempat bekerja atau pindah domisili. Berikut saya share hal-hal yang sebaiknya diperhatikan kalo misalkn teman2 berencana untuk mengover kredit sebuah rumah ini berdasarkan pengalaman aja klo ada tambahan silahkan tulis di kolom komentar yaa ….

1 . Pastikan liat rumahnya lalu cek kondisinya
Ini penting lho , ngak pengen donk kaya membeli kucing dalam karung. Lihat rumahnya & agak sedikit teliti , lihat alamat rumahnya sama dengan yang dijual atau tidak. Teliti kontruksinya kuat atau miring , bocor atw ngak nya & lingkungannya aman atau tidak. Pastikan juga ketersediaan air , apa itu dari air tanah atau air ledeng. Instalasi listriknya , kekuatan sinyal televisi (parabola / antena) & sinyal handphone biar ngak miskin sinyal. Ini semua penting lho coz nantinya kita yang bakal nempatin rumah itu (klo misalkan deal) , intinya sih kenyamanan nanti jikalau jadi menempati rumah itu.

2 . Tanya tetangga sekitar
Yaahh namanya orang menjual sesuatu pastilah dibilang yang bagusnya aja , ada baiknya tanya tetangga sekitar coz kadang mereka lebih objektif. Tanyalah keadaan lingkungannya kaya gmn , sebisa mungkin agak berbaur buat dapet informasi tentang rumah & lingkungannya. Biasanya tetangga bakal lebih objektif / jelas tentang lingkungan sekitarnya atau malahan kita dapat info kebiasaan si pemilik lama … hehe

3 . Cek kelengkapan surat2 rumah
Jika 2 point diatas sudah dirasa cukup & teman2 merasa cocok mengambil rumah itu maka hal inilah yang harus , banget sampe teliti dicek (Sambil pake mata melotot…:p). Dengan mengover kredit si pemilik lama ngak akan punya surat sertifikat tanah & rumah , karena surat2 itu masih disimpan dibank, nanti klo cicilan KPR sudah lunas baru bisa diambil.

Ilustrasi : Sertifikat Rumah

Yang dipegang oleh pemilik lama hanya surat AJB (Akta Jual Beli) & surat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) penjelasan apa itu AJB & PPJB , bisa di klik disini a & b. AJB & PPJB nantinya dipakai sebagai dokumen yang dilampirkan ketika mengambil sertifikat rumah kalo cicilan sudah lunas. Penting banget untuk mengecek alamat rumah & luas tanah yang tertulis di AJB & PPJB sama bener ngak sama kaya rumah yang udah diliat , pastikan sama yaa jangan sampe salah. Cek juga nama pemilik awalnya lalu cocokan dengan KTPnya , data yang tertera di AJB & PPJB harus sama biar ngak ribet pas berurusan sama pihak bank.

4 . Cek riwayat pembayaran cicilan KPR nya
Selama menempati rumahnya pastikan juga pemilik lama menyelesaikan kewajiban pembayaran cicilan KPR di setiap bulannya , jangan sampe ada cicilan bulanan yang masih belum dibayar alias nunggak. Walaupun cuma satu bulan , tetep aja jadi beban kan. Misalkan ditemukan cicilan yang masih nunggak mintalah ke si pemilik lama untuk segera membayar , baru setelah itu lanjutkan transaksinya.

5 . Perjanjian transaksi HARUS didepan NOTARIS
Nah klo point 1-4 sudah dirasa cukup & teman2 tertarik untuk melanjutkan transaksi pembelian rumah , maka sebaiknya bahkan HARUS transaksinya di hadapan notaris. Kenapa harus dihadapan notaris , yaa biar berkekuatan HUKUM. Jangan sampe perjanjian transaksi cuma ngandalin kepercayaan & coret2an diatas kwitansi bermaterai , ini lemah & ngak berkekuatan hukum. Salah satu keuntungan perjanjian di hadapan Notaris adalah jika sewaktu2 si pemilik lama “Ngelantur” menggugat ke pengadilan atas rumah miliknya yang sudah dijual , Nah temen2 ada bukti kuatnya , misalnya dibawa ke pengadilan pun si pemilik lama bakalan kalah. Oh kisaran biaya ke Notaris sekitar 5 jutaan.

Ilustrasi : Transaksi di hadapan Notaris
Ilustrasi : Transaksi di hadapan Notaris

Jika semua point diatas sudah dilakukan & transaksi sudah berjalan denagn lancar maka teman2 akan mendapatkan 3 buah dokumen surat pertama AJB (Akta Jual beli) , surat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) & Surat Kuasa. Surat2 itu simpan dengan baik yaa , nanti dipake buat ngambil sertifikat di Bank klo cicilannya udah lunas. Jangan lupa minta no rekening Bank nya buat nanti bayar cicilan di tiap bulannya dan juga nomor token listriknya.

Sekian dulu yaa teman2 , terima kasih buat yang udah membaca postingan ini. Buat yang sedang
berjuang pengen punya rumah moga dilancarkan usaha dan cepat2 bisa kebeli rumah …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s